Hidup di Kampung, Gampang-Gampang Susah!


Hidup di kampung memang gampang-gampang susah, kalaupun hal itu tidak bisa di sebut dengan susah-susah gampang. Bayangkanlah seguabrek kegiatan kampung, mulai dari kumpulan pemuda, kumpulan orang tua (pengurus pemuda harus ikut acara ini!), ronda malam, tujuh-belasan (pencarian dana, lomba anak-anak, malam tirakatan dan jalan santai), Romadhon dikampung (takjilan anak2 di mushola, bangunin orang sahur, pengumpulan+pembagian zakat, takbir keliling, malam syawalan), pengajian rutin, hari raya kurban, kerja bakti, hajatan ini-itu, dan lain sebagainya.

Sebagai pemuda di kampung kadang malas dan jenuh dengan kegiatan yang banyak sekali itu. Pernah suatu ketika dalam jangka waktu satu setengah bulan ada hajatan pernikahan sampai 4 kali! bayangkanlah!!! (membayangkan dimulai ….)

FYI: bahwa dalam hajatan pernikahan ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh pemuda kampung antara lain:

  • rapat pembentukan panitia
  • pengambilan perkakas dari gudang
  • pemasangan perkakas (tenda, meja, kursi, alat-alat masak, membuat background, dlsb)
  • piket ‘laden’ (melayani tamu yang datang ngasih sumbangan) 2 hari sebelum resepsi.
  • acara puncak resepsi pernikahan (pemuda melayani tamu yang hadir resepsi=sinoman)
  • pembongkaran perkakas + mengembalikan ke gudang.
  • rapat penutupan panitia

Rata-rata sekali hajatan nikah memerlukan waktu paling cepat 1 minggu, kadang lebih. contoh :
minggu: rapat pembentukan panitia
senin: pengambilan perkakas+pemasangan
selasa: piket melayani tamu
rabu: piket melayani tamu
kamis: acara puncak resepsi
jum’at: pembongkaran perkakas+mengembalikan
sabtu: rapat penutupan panitia

Sekarang bayangkan itu terjadi 4 kali dalam waktu 1,5 bulan (huh…saya sendiri tidak bisa membayangkan, tapi saya mengalaminya). Ini baru cerita masalah pernikahan lho, belum yang lainnya.

Kalau dirasakan memang capek dan malas melakukan semua kegiatan itu, tapi dalam bermasyarakat dikampung kita saling membantu, dan seolah kita melakukan investasi bantuan. Karena dimasa yang akan datang jika kita sedang ada hajatan atau kesusahan, kita tidak akan kebingungan harus meminta bantuan siapa, masyarakat + pemuda siap sedia membantu. Sebagai pemuda kampung memang dituntut kesadaran tinggi untuk melakukan semua kegiatan yang seabrek itu. Huh…h
(cerita gak penting lagi).

Syawalan yang kurang khusyuk (bagiku)


Seperti tahun-tahun sebelumnya dan memang sudah merupakan adat kebiasaan, di kampungku diadakan malam syawalan atau halal bi halal. Tujuan utama dari acara ini adalah sebagai sarana untuk saling bermaaf-maaf-an seluruh warga kampung. Beberapa acara inti adalah sambutan2, ikrar sungkem dari generasi muda kepada generasi tua yang diwakilkan oleh dua orang yang ditunjuk, dilanjutkan dengan pengajian inti syawalan.

Tapi syawalan tahun ini kurang terasa khusyuk bagi diriku, soalnya untuk kali ini diriku diserahi tugas yang menurutku cukup membuat pusing. Menyesal aku telah menyepelekan kerjaan sperti itu pada tahun2 sebelumnya. Yang benar saja… Aku ditunjuk menjadi pembawa acara, tugas yang mungkin kalo bagi orang lain gampang, tapi bagi aku yang suka kikuk di depan banyak orang, cukup membuat pusing plus grogi. Dari yang harus membuat susunan acara, mencari info para pengisi acara, mengecek persiapan seluruh pendukung acara dan harus berangkat paling awal.

Alasan utama yang membuat aku kurang enjoy melakukan tugas ini adalah penggunaan Bahasa Jawa Halus (Kromo) dalam membawakan acara, trus terang aku mati gaya jika harus berbahasa dengan bahasa super ribet ini. Kalo menggunakan bahasa Indonesia sih nyatai aja, improvisasi mudah dilakukan, tapi kalau pake bahasa jawa… weleh… susah banget, vocab di otakku dikit, belum lagi diksinya yang harus tepat. Tapi kalo berani-berani menggunakan Bahasa Indonesia di dalam acara seperti itu, dijamin sendok, gelas dan teman2nya akan mampir di mukaku (he he.. enggak se-sadis itu kali ya…?).

Yang paling aku takutkan adalah jika terjadi perubahan susunan acara, karena disitu diperlukan improvisasi. Benar saja, ketika acara sudah berlangsung sampai pertengahan, Pak Ustad yang ditunggu-tunggu belum juga datang, waduh… bisa runyam nih…

Untung saja ada acara makan2 sebelum pengajian inti syawalan, jadi acara makan yang biasanya dialokasikan selama 2-3 lagu (diiringi lagu2 religius) aku perpanjang hingga sekitar 7 lagu, acara yang seharusnya makan2 itupun aku tak bisa menelan makanan sedikitpun… Ah… setelah menunggu akhirnya Pak Ustad datang juga… beruntunglah diriku.

Alhamdulillah secara umum acara waktu itu dapat berjalan dengan lancar, kalaupun tahun depan jadi pembawa acara lagi, emm… oke2 aja… kan udah bawa contekan seperti kali ini he he he….
(cerita gak penting yah…?)

Benar-benar hancur daganganku


Wah benar-benar hancur daganganku, komputerku sebagai lingkungan pemrograman berubah sekejap menjadi komputer kantoran yang ‘cuman bisa buat ngetik’.

Ceritanya tadi malam anak2 kampung ke rumah, bikin cetakan huruf2 untuk dekorasi acara malam syawalan di kampungku. Pas acara nge-print huruf2, entah kenapa komputerku tiba-tiba restart sendiri, aku pikir sih karena virus baru, soalnya memang beberapa hari ini belum update antivirus.

Nah.. sambil nunggu restart aku ke belakang bikin minuman dan ambil makanan sisa lebaran untuk mereka. Betapa terkejutnya aku ketika kembali, salah seorang tetanggaku ada di depan komputer dan sedang membuka tool-tool crucial di komputerku, antara lain regedit dan msconfig, dan entah program apalagi sebelumnya. Arrrghhh… sial!

Bener juga setelah aku cek, setting di komputerku banyak yang berubah, keliatannya dia sempet mengubah (banyak) setting dan me-restart komputerku untuk kedua kalinya sebelum aku datang. Bahkan system variable dan user variable beserta setting path yang udah aku atur hilang semuanya, program startup dan service seperti server mysql, pgsql, apache, tomcat, dsb dihilangkan.

ouch...

@$*#&*, aku bener-bener susah bernafas kali ini, apalagi mendengar kuliah singkat dari dia tentang bagaimana mempercepat kinerja komputer. Dia bilang bahwa komputerku banyak virusnya, loadingnya lama dan terlalu banyak program yang jalan waktu startup. Wah tahu apa dia tentang program yang jalan ketika startup? tanyaku. Setelah emosiku (yang terpendam, soalnya aku cuma banyak diam waktu itu) agak reda, aka mulai bisa berpikir jernih dan memaklumi tindakan temenku tadi.

Temenku tadi tuh kerjanya di toko komputer, mungkin dia sering baca-baca majalah komputer seperti PCPlus, Komputek, Neotek dll, dan kemudian dipraktekkan trik-trik yang ada dalam majalah itu pada komputer2 di tokonya (dan sekarang giliran komputerku, huh…). Sempet mulai emosi lagi ketika inget bahwa, dia kan kerja di toko komputer pada bagian penjualan (sales) bukan teknisi? Tahu apa dia tentang program servis yang otomatis jalan waktu startup, setting path, regedit, dsb. wah wah…

Hehh.. Sebagai orang yang pernah kuliah komputer aku cuma bisa bicara dalam hati, bener-bener dikadalin gue! (atau mungkin di cicak-in). Bisa pada ngrasain nggak sih betapa sakitnya ketika sesuatu yang sudah kita atur biar nyaman, sedemikian rupa diobrak-abrik dalam sekajap, eeeheemhh…(masih agak susah bernafas nih).

Besok-besok nginstal deepfreeze ahh…

Gedumbrangan di pagi buta


Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, puasa di kampungku kali ini agak lain. Sudah hampir sebulan ini tiap pagi jam 02.30 aku mendengar suara gedumbrangan yang cukup berisik ditambah teriakan2 memekakkan telinga, menggangu tidur nyeyak orang sekampung.

Sebenarnya aku tidak kaget dengan perubahan suasana ini, soalnya kadang diriku juga ikut dalam acara gedumbrangan itu (he he…). Pada tahun sebelum2nya cara yang digunakan adalah dengan teriak-teriak menggunakan microphone mushola, yang berujung dengan saling sahut-menyahut (ato bisa dibilang ejek-mengejek) antar masjid dan mushola. Setelah dievaluasi dan dinilai kurang baik, maka dalam rapat panitia romadhon dibahas bahwa akan diadakan perubahan dalam cara ‘gugah-gugah’ masyarakat. Akhirnya cara keliling kampung sambil teriak-teriak, ditambah aksi pemukulan instrumen perkusi adalah yang disetujui bersama.

Instrumen yang dibunyikan antara lain kendang, tamborin, gamelan mainan dan tentunya mulut. Meskipun cukup terganggu tidurnya, tapi juga terbantu sahurnya.

Kalo tahun depan kira-kira pakai cara apa ya??

Ipuss di TopShot SE


ipus in action...

Awalnya melihat promonya di e-lifstye-nya MetroTV, iseng-iseng ngirim dua foto, eh… akhirnya (cuma) satu yang masuk, lumayan…
Motivasinya bukan untuk manang trus dapet hadiah, yang penting bisa masuk galeri, udah cukup. Hanya sebagai sarana untuk mengukur keanehan si Ipuss, sebagai objek, alias foto model, kalaupun tidak bisa disebut sebagai korban. Ternyata emang terbuktikan! emang kucing yang aneh….
Tunggu aja cerita/ foto lain tentang Kucingku yang aneh.

Ramadhan sudah datang lagi


Wah nggak kerasa sudah Ramadhan….
Waktu memang sombong sekali, dipanggil aja nggak mau kembali….
Mari kita gunakan bulan Ramadhan ini untuk meningkatkan amal ibadah kita…
Dan kita gunakan bulan Ramadhan sebagai template untuk bulan-bulan selanjutnya…..

Hari baru, Tempat kerja baru


Wah…. akhirnya aku ngantor, yang tadinya mroyek sana-sini, sekarang lebih terarah.
Tapi mroyek juga berjalan terus (dan harus) soale udah komitmen. Aku (mulai) bersukur bisa diterima di tempat kerjaku yang sekarang karena masih bisa mroyek di luar, hasil mroyek kan lebih besar dari gaji bulanan. Hari-hari pertama kerja teman sekerja cukup mendukung, boss juga enak, suasana kerja juga enak dan fasilitas lebih dari cukup. Hanya saja tempat kerjanya agak bising + dingin, soalnya di dalam ruang server. Semoga saja ditempat yang baru ini aku dapat cepat menyesuaikan diri dengan tempat dan teman kerjaku. Jadi inget sama pesan temenku, “Kerjaan itu nomor dua, yang nomor satu adalah teman kerja”. Perlu diingat…

Launching Blog (Akhirnya…)


Seiring dengan peringatan 17-an, akhirnya kesampaian juga diriku untuk launching blog yang baru. Keinginan untuk mewujudkannya memang udah lama, tapi kalo mau idealis bikin sendiri maka gak akan jadi-jadi, jadi kupercayakan saja kepada wp. Akhirnya dengan bismillahirrahmanirrahim aku launching blog-ku ini, meskipun masih pake hosting kampus. Rencana sih mau beli domain. Doakan juga ya, smoga bisa rajin nulis…