Archive for April, 2009
Saturday, April 25th, 2009
Judul postingan ini mungkin mengada-ada dan hanya fantasiku saja…, tapi memang bener mengada-ada kok he he…
kebetulan tadi malam Aku ke tempat tetangga yang sedang ada peringatan “ke-sekian-hari” meninggalnya eyang tetanggaku (sudut pandang orang yg sedang Aku bicarakan). Seperti pemuda kampung pada umumnya (baca ini), Aku ke tempat tetanggaku tadi bermaksud membantu acara peringatan tersebut. Nah di sana itu Aku ketemu teman luammaaaaa banget yang jarang ketemu, Aku gak sering ketemu soalnya Dia memang rumahnya enggak di kampungku. Dia teman yang dulu suka maen bareng, entah dulu maen apa ya? mungkin tanah, pasir atau yang lain Aku juga agak lupa (habis jadul sihh…).
Dalam acara itu Aku ketemu dengan temen waktu kita dulu masih balita, yang kalo diturut sebenarnya sodara juga. Tapi sayangnya tak ada hal yang sempat diomongkan waktu itu, soalnya memang gak ada yang perlu diomongkan kai ya? yang pasti Dia tetap cantik seperti dulu ha ha ha…;
Yah… dari pertemuan itu paling tidak ada beberapa hal yang dapat kujadikan perenungan; salah satunya adalah, Aku mulai sadar bahwa diriku sudah tidak kecil lagi, nah… dari -ketidak kecilanku lagi- itu, Aku (ternyata) belum cukup berbuat banyak untuk orang-orang dekatku atau mungkin untuk mereka, orang-orang -entah siapa- yang sebenarnya membutuhkan diriku.
Yaudah gitu aja ceritanya… dari pada tulisan ini mengarah ke hal yang serius (soalnya dari awal emang gak pengin nulis hal serius). Weh… moga-moga tulisan ini gak sampe ke Dia… he he.. takut Dia GR Aku katakan cantik
. Eh… tapi kira-kira Dia inget enggak ya kalu dulu kita pernah maen bareng, yah… kenapa Aku gak tanya ke Dia waktu itu… hmmmmm.
Posted in Ora Penting, Unek-unek | No Comments »
Thursday, April 23rd, 2009
Akhirnya berhasil juga upgrade wordpress!!!.
Dalam rangka ‘pindah rumah’ untuk blog-ku dari hosting kampus (nugie.web.ugm.ac.id) ke hosting dan alamat baru (nugie.info) maka aku putuskan upgrade ‘mesin blog’ (wordpress=WP). Upgrade kali ini bener-bener jauh sekali, maksudnya jarak versinya. Bayangkan (khusus buat yang bisa membayangkan) dari versi 2.1.3 ke 2.7.1 alias WP yang terbaru (per 20/04/09). setelah banyak mencari referensi dengan bantuan om google, maka ketemu sekenario yang paling cepat dan ampuh.
Pertama, secara bodon (kata orang jawa, habis cari versi indonesianya gak nemu-nemu) Aku replace saja script WP lama dengan yang baru trus milih opsi upgrade pada sesi instalasi (wordpress\wp-admin\upgrade.php) eh… ternyata ngadat alias gak mau (kalo di keluargaku kalimat ini disebut dengan personifikasi). setelah Aku lihat script sql-nya, benar saja, ternyata ada perombakan cukup banyak di struktur databasenya, ok deh… dari pada ngulik script yang membuat aku pusing lebih baik meminta bantuan paman google saja. Akhirnya ketemu deh… wordpress-automatic-upgrade.
Wordpress-automatic-upgrade merupakan sebuah plugin WP yang di pasang di WP versi lama kita yang mau di upgrade. pokoknya yang pengin upgrade WP dari versi 1.5.2 keatas, silahkan download di sini . Plugin ini menyediakan wizard yang runut dan mudah dipahami, dari backup DB->backup script->restrukturisasi DB->upgrade script, serta bonus Log upgrade.
Tapi ada satu tips dari saya, coba gunakan tool ini sebagai alat untuk upgrade Db saja, jadi scriptnya tetep install secara clean, kemudian DB uang ter upgrade tadi kita restor ke clean installation tadi, biar script WP kelihatan fresh. kemudian tinggal manipulasi data di tabel wp_options. Sekian dan terimakasih….. lho…
Posted in Uthek-uthek | 2 Comments »
Friday, April 10th, 2009
Tiap awal bulan atau akhir bulan sebelumya (awas! ini contoh kalimat mbulet he he…), ada bapak-bapak berkacamata tebal yang datang membawa 2 majalah bulanan (CHIP dan InfoLinux) ke ruangan kantorku, dia adalah Pak Trimo sang pengantar majalah. Kita saling akrab dan selalu menyapa, plus jabat tangan kalo ketemu di kantor. Tapi, suatu ketika ada hal yang membuat aku sangat terkejut dan berpikir yang tidak baik terhadap Pak Trimo.
Pada waktu itu aku sedang jalan di luar kantor dan kebetulan berpapasan denga Pak Trimo, kami sempat saling berpandangan, kontan saja aku tersenyum padanya, tapi ternyata Pak Trimo hanya diam dan berlalu begitu saja. Aneh… itu kata yang terbersit di kepalaku, betapa tidak, kita yang sering berakrab-akraban (pake B ato P ya?) kok tiba-tiba seakan tidak saling mengenal, memang sih kita agak jauh waktu berpapasan. Apakah Pak trimo yang selama ini aku kenal orang yang sombong atau orang yang bagai mana… aku malah semakin bertnya-tanya. Pikiran itu sempat beberapa minggu ada di otakku, sampai pada akhirnya aku ketemu dengan Pak Trimo dan terjawab sudah semuanya.
Pertemuan yang menyadarkan aku itu terjadi di dalam kantorku, seperti biasa Pak Trimo membawa majalah langganan dan seperti biasa juga Dia ramah dan (selalu) berjabat tangan dengan aku dan yang lain. Nah… di situlah aku baru sadar kesalahanku yang kurang paham situasi, yap betul… Pak Trimo memakai kacamata minus yang sangan tebal (kocomoto tutup lodhong, kata orang jawa). Pupus sudah pikiran jelekku padanya, setelah di pikir-pikir memang kacamata itu yang membuyarkan pandangannya sehingga tak sempat membalas senyuman aku. Dengan kacamata setebal itu, ditambah jarak yang cukup jauh, tak mungin dia melihat senyuman (manis) ku,hweekkk…atau bahkan wajah (sebenarnya mo bilang ganteng, he he…) ku-pun mungkin tak bisa ditangkap indera pengelihatannya. Beda kalo di kantor yang jarak pandang relatif dekat dan tidak silau.
Yah.. semoga cerita ini bisa menjadi pelajaran untuk diriku atau siapa saja yang kebetulan memiliki kejadian serupa. Suatu saat jika kita diperlakukan aneh oleh orang, terutama orang yang akrab dengan kita, coba deh… kita pelajari segala situasi dan kondisinya, mungkin ada sesuatu yang mis. Satu kata dariku ‘maaf Pak Trimo’ (eh… ternyata tiga ya? masak tiga kata dariku…).
Posted in Unek-unek | 1 Comment »