Wajah kepedulian sosial saat ini
Saturday, December 15th, 2007Rasa saling tolong menolong dan saling peduli sudah semakin menurun di dunia ini, yah.. paling tidak itu menurut pendapatku. Kesimpulan itu aku ambil karena aku sendiri yang mengalami dan melihat, betapa kepedulian terhadap sesama semakin payah.
Ceritanya kemarin (waktu: kamis,13/12/07 15:30, TKP:ringroad barat jogja, deket pabrik ABCD) lagi enak2-nya ber motor-ria sambil pulang kerja, eh… tiba-tiba ada motor jatuh sendiri pas di depan ku (bukan jatuh dari langit lho, wah… apa ya istilahnya). Nggak tau kenapa tuh motor jatuh sendiri, dugaan-ku karena terpeleset/ selip, soalnya waktu itu memang sedang hujan dengan cukup deras. Spontan aku hentikan motorku di pinggir jalan diikuti oleh seorang Bapak yang juga trus berhenti (meskipun kemudian cepat pergi). Si pengendara yang ternyata seorang Ibu langsung aku bantu ke pinggir jalan, dan untungnya ada seorang Bapak satpam pabrik yang juga membantu meminggirkan motor tadi. Si Ibu tadi mengeluh kesakitan di bagian kakinya, setelah kulihat, waduuuhh… ternyata jari kakinya ada yang patah, dan darahnya keluar cukup banyak… Aku kemudian tanya kepada Pak satpam apakah dia punya kotak P3K, wehh… ternyata dia gak punya kotak P3K (kalo dipikir aneh juga masak pabrik besar gitu gak ada peralatan P3K sedikitpun).
Kemudian dengan masih mengenakan jas hujan aku mencari rumah dekat situ untuk mencari P3K. Setelah mencari kesana-kemari aku kembali ke si Ibu dengan hanya membawa kapas sedikit, yah.. walau cuman sedikit tapi untunglah ada sesuatu untuk membasuh lukanya, yang aku pikir cukup parah. Setelah itu aku dan Pak satpam mencoba mencari/menghentikan mobil yang lewat untuk membawa si Ibu ke rumah sakit. Dari banyak mobil yang lalu-lalang cuman satu mobil saja yang berhasil di-hentikan, setelah mengutarakan maksud dan tujuan kita, ehh… Bapak supir mobil tadi memutuskan untuk tidak bisa menolong, soalnya keburu ada rapat penting, katanya.
Yaudah deh… akhirnya si ibu tadi ku bonceng naik motorku menuju ke klinik terdekat. Untuk menghentikan darah yang keluar, kuikat kaki Ibu tadi dengan sobekan jas hujan yang kebetulan mamang sudah rusak. Huh… lega, akhirnya tak berapa lama sampai juga di klinik yang jaraknya sekitar 3 km. Setelah menelepon keluarga dan menunggu cukup lama, akhirnya keluarga Ibu tadi datang, dan setelah berpamitan pada si Ibu aku trus pulang…
Dari kejadian itu terdapat beberapa indikasi yang aneh :
- Dari sekian banyak motor yang lewat hanya 2 orang yang mau berhenti untuk menolong, meskipun yang satu kemudian cepat pergi.
- Dari sekian banyak mobil yang diminta berhenti untuk diminta-i tolong tidak ada satupun yang mau.
- Tidak ada orang yang mo keluar rumah untuk membantu meskipun mereka tau disitu ada kecelakaan.
- Ada sebuah pabrik besar yang tidak memiliki peralatan P3K sedekitpun (aneh ya?).
Huh.. memang dunia semakin aneh…
