Archive for November, 2007

Selamat jalan Ipuss…

Monday, November 12th, 2007

Sebenarya aku males banget menulis ini, tapi yang namanya perasaan, baik itu senang ataupun sedih tidak baik jika hanya di simpan dalam hati, harus diungkapkan. Kali ini giliran perasaan sedih yang sedang terus menggelayuti diriku, memang jika yang mengalami ini orang lain mungkin biasa saja, tapi tidak untuk diriku. Kalaupun aku seorang cewek pasti juga sudah menagis. Ipuss kesayangan keluarga ku tutup usia…

Aku tidak menyangka jika hal itu akan terjadi. Dua hari sebelumya memang dia sudah kelihatan tidak seperti biasa, yang biasanya ceria akhir-akhir ini menjadi pemurung dan diam saja. Benar saja ketika menginjak hari ketiga penyakit dia semakin parah, nggak mau makan minum dan akhirnya dibawa ke dokter. Setelah diobati dokter memang kelihatan agak lumayan, tapi hari berikutnya penyakitnya semakin parah saja, dan dapat ditebak, akhirnya Ipuss tidak dapat bertahan.

Selamat jalan teman… mungkin sudah dicukupkan keluarga ku untuk mengasuh dirimu….terimakasih atas segala perilakumu yang banyak menghibur walau kadang nakal… Aku tahu…bahwa kamu juga mengetahui, keluarga ku benar-benar tulus memeliharamu selama ini…

Hidup di Kampung, Gampang-Gampang Susah!

Wednesday, November 7th, 2007

Hidup di kampung memang gampang-gampang susah, kalaupun hal itu tidak bisa di sebut dengan susah-susah gampang. Bayangkanlah seguabrek kegiatan kampung, mulai dari kumpulan pemuda, kumpulan orang tua (pengurus pemuda harus ikut acara ini!), ronda malam, tujuh-belasan (pencarian dana, lomba anak-anak, malam tirakatan dan jalan santai), Romadhon dikampung (takjilan anak2 di mushola, bangunin orang sahur, pengumpulan+pembagian zakat, takbir keliling, malam syawalan), pengajian rutin, hari raya kurban, kerja bakti, hajatan ini-itu, dan lain sebagainya.

Sebagai pemuda di kampung kadang malas dan jenuh dengan kegiatan yang banyak sekali itu. Pernah suatu ketika dalam jangka waktu satu setengah bulan ada hajatan pernikahan sampai 4 kali! bayangkanlah!!! (membayangkan dimulai ….)

FYI: bahwa dalam hajatan pernikahan ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh pemuda kampung antara lain:

  • rapat pembentukan panitia
  • pengambilan perkakas dari gudang
  • pemasangan perkakas (tenda, meja, kursi, alat-alat masak, membuat background, dlsb)
  • piket ‘laden’ (melayani tamu yang datang ngasih sumbangan) 2 hari sebelum resepsi.
  • acara puncak resepsi pernikahan (pemuda melayani tamu yang hadir resepsi=sinoman)
  • pembongkaran perkakas + mengembalikan ke gudang.
  • rapat penutupan panitia

Rata-rata sekali hajatan nikah memerlukan waktu paling cepat 1 minggu, kadang lebih. contoh :
minggu: rapat pembentukan panitia
senin: pengambilan perkakas+pemasangan
selasa: piket melayani tamu
rabu: piket melayani tamu
kamis: acara puncak resepsi
jum’at: pembongkaran perkakas+mengembalikan
sabtu: rapat penutupan panitia

Sekarang bayangkan itu terjadi 4 kali dalam waktu 1,5 bulan (huh…saya sendiri tidak bisa membayangkan, tapi saya mengalaminya). Ini baru cerita masalah pernikahan lho, belum yang lainnya.

Kalau dirasakan memang capek dan malas melakukan semua kegiatan itu, tapi dalam bermasyarakat dikampung kita saling membantu, dan seolah kita melakukan investasi bantuan. Karena dimasa yang akan datang jika kita sedang ada hajatan atau kesusahan, kita tidak akan kebingungan harus meminta bantuan siapa, masyarakat + pemuda siap sedia membantu. Sebagai pemuda kampung memang dituntut kesadaran tinggi untuk melakukan semua kegiatan yang seabrek itu. Huh…h
(cerita gak penting lagi).